Slodor


Oleh Laylatul Maghfirah

Bagi anak-anak kecil bermain pasti menjadi hal yang sangat menyenangkan. Mereka kadang sampai akan lupa dengan waktu. Itu karena mereka saking asyiknya bergulat dengan dunia bermain mereka. Permainan tradisional anak kecil begitu beragam dan menarik. Mereka bermain untuk mengisi waktu senggang dan mencari hiburan.

Nah, berikut ini permainan tradisional yang biasa aku mainkan saat kecil bersama teman-teman. Entah itu, teman-teman yang di sekolah atau teman-teman di sekitar rumah. Permainan yang menghadirkan keseruan menyelimuti suasana bahagia, riang dan gembira kala aku dan teman-teman yang lain bermain bersama.

Dengan permainan ini, ini aku dan teman-temanku seakan menumpahkan kebahagiaan dengan mencari kegembiraan yang mendalam dan melupakan semua kesedihan hiruk-pikuk kehidupan. Meski pada dasarnya, anak kecil minim sekali untuk merasakan kesedihan dan kegalauan. Karena anak kecil masih imut-imut, bisa juga dikatakan masih unyu-unyu. Singkatnya, masih poloslah.

Permainan tradisional yang satu ini melatih aku dan teman-teman untuk memahami kejujuran, kekompakan, dan kebersamaan. Permainan tradisional yang sering aku mainkan saat masih kecil, permainan “gobak sodor”. Di daerahku, permainan disebut “slodor”.

Permainan slodor merupakan sebuah permainan secara grup, yang terdiri atas dua grup atau tim. Masing-masing grup bisa terdiri atas 3 sampai 5 orang atau bahkan bisa lebih. Inti permainan, menghadang lawan agar tidak lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik. Untuk meraih kemenangan, seluruh anggota tim harus secara lengkap melakukan permainan dengan bolak-balik dalam area permainan yang sudah ditentukan.

Nah, permainan slodor ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis atau lapangan voli, dengan acuannya yaitu garis-garis pembatas yang biasanya sudah disepakati. Permainan ini juga bisa dimainkan di halaman rumah yang lapang dengan diberi tanda atau batas-batas untuk garis permainan. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur atau membuat tanda dengan alas kaki yang digunakan para pemain.

Dalam ingatanku, permainan ini sangat menyenangkan dan menghibur. Aku sering bermain permainan slodor ini ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak sekolah dasar yang rata-rata usianya 7 sampai 12 tahun.

Dulu aku memainkannya bersama teman-teman di lapangan sekolah atau di tanah lapang, dengan dukungan rindang pepohonan, membuat kami semakin asyik bermain. Bila di sekolah permainan ini lebih sering kami mainkan pada jam istirahat. Bila bel istirahat berbunyi dan teman-teman sepakat untuk bermain, kami segera bergegas untuk menyusun persiapan awal pemainan “slodor” yaitu dengan membagi siapa yang akan menjadi tim penjaga dan tim lawan.

Permainan ini dapat dimulai dengan membuat garis atau batas seperti lapangan bulu tangkis yang berpetak-petak. Membagi pemain menjadi dua tim. Jumlah anggota pemain tentu harus sama. Satu tim akan menjadi penjaga dan tim yang lain akan menjadi tim lawan. Tim yang mendapat giliran jaga akan menjaga lapangan dari lawan dengan menghalangi menggunakan tangan atau kedua tangannya. Setiap anggota tim yang mendapat giliran untuk menjaga garis penjagaan lapangan terbagi menjadi dua, yaitu anggota tim yang menjaga garis horizontal dan ada garis vertikal. Bagi anggota atau pemain yang menjaga garis horizontal, mereka harus berusaha menghalangi lawan agar tidak bisa melewati garis batas dan lolos. Bagi anggota atau pemain yang menjaga vertical -biasanya hanya satu orang-, penjaga ini mempunyai kewajiban untuk menjaga keseluruhan garis vertikal yang terletak di tengah-tengah lapangan. Tim jaga bertugas agar tim lawan tidak bisa menuju garis finish.

Nah, di sini tim lawan atau penyerang harus gesit, harus berusaha melewati baris ke baris hingga paling belakang, kemudian kembali lagi melewati penjagaan lawan hingga sampai ke garis awal tanpa tersentuh oleh penjaga. Tim lawan harus berusaha menuju garis finish dengan syarat semua pemain atau anggotanya tidak ada yang tersentuh oleh tim penjaga, dan dapat memasuki garis finish asalkan tidak ada anggota yang masih ada di wilayah start.

Tim lawan dikatakan menang apabila dari salah satu anggota tim berhasil kembali ke garis start dengan selamat. Artinya tidak tersentuh tim penjaga. Tim lawan kalah jika salah satu anggotanya tersentuh oleh tim penjaga atau bisa jadi keluar dari batas garis permainan. Bila hal tersebut terjadi harus ada pergantian posisi. Tim lawan menjadi tim penjaga dan sebaliknya.

Di sinilah permainan ini melatih kejujuran dan konsentrasi. Selain itu, setiap pemain harus bisa belajar bekerja sama, menjaga kekompakan antar satu penjaga dan penjaga lainnya agar lawan tidak lepas kendali untuk keluar dari penjagaan. Atur strategi agar menang.  Jika dalam permainan berlangsung ada satu petak terdiri atas dua orang atau lebih, tim itu dinyatakan gugur atau kalah, dan perlu dilakukan pergantian tim. Jadi, dalam permainan ini setiap pemain harus tetap tenang dan berkonsentrasi penuh dalam menjaga serta pergerakan mata harus cepat.

Kadang kala aku dan teman-teman, bermain setelah pulang sekolah. Panas terik matahari tak pernah kami hiraukan. Di tempat yang rindang, kami bermain hingga senja menjemput malam. Meski rentang waktu yang kami habiskan untuk bermain cukup lama, kami tetap merasa seolah-olah hanya sepersekian menit kami bermain. Itu tidak lepas dari sifat permainan ini mengasyikkan sekaligus sangat sulit. Mengapa? Karena setiap anggota tim harus selalu berjaga dan berlari secepat-cepatnya untuk meraih kemenangan.

Permainan slodor membutuhkan rasa percaya diri yang tinggi. Ketika masih kecil, kami tidak pernah berpikir untuk kalah duluan. Kami selalu terhadap kemampuan bermain. Anak laki-laki bermain dengan anak laki-laki, dan anak perempuan bermain dengan anak perempuan.

Karena hal-hal itu, aku sangat menyukai permainan tradisionalku. Sangat menyukainya sampai kini.   
Laylatul Maghfirah, mahasiswa angkatan 2014 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FIP, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Bangkalan, Madura.

Editor: Set Wahedi
Share on Google Plus

About Toccak Toccer

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar