kelak. kalian akan mengerti ;tentang
deritasepi dalam pusar, cakar bising yang nyaris tersadai oleh segala suam pada desir darah yang nampak
-muram
begitu saja !
2015.
Kamu
memburu kamu
;ibarat memburu hewan
liar
di tengah hutan
belantara
yang suram dan menikam
serta rerimbunan-
semak belukar yang menghalang pandangan
namun kamu-
selalu berpura-pura malu-
menjelma pada segala samar
[sesamar mimpi masa kanak-kanak dulu]
kesini !
“sebab hanya kamu”, seruku lirih.
2014.
Manusia
manusia
-ternyata hanya seorang peramal dadu
yang terhisap
jarum-jam
lalu-lalang-
2010.
Boneka Cermin
(sebagai kado ulang tahun untuk
Rosiana Dewi)
ada yang musti tumpah. dari secangkir kopi hitam sisa
percakapan kita semalam
diatas meja makan yang berantakan.
semalam kita sedang berkisah
;tentang kemesraan mimpi, dosa, dan rayuan gerimis yang luruh-memudar dengan
lirih. menyusuri ruas-ruas teka-tekipada kaca jendela kamar di samping halaman
rumah.(seperti kelopak mawar yang memerah merenungi riwayat tanah).
rupanya. kau mulai menjadi seorang
gadis yang beranjak dewasa. melukis isyarat gelisah dengan bedak dan lipstick,
diantara cermin, laci lemari, kasur, dan sprei yang kian mesra bercumbu riang
bersama jam dinding dan guguran
angka penanggalan. (padahal. riwayat tanah yang merindui akan serpihan mawar
telah aus oleh warna mimpi).
meski aku sering berpura-pura lupa
membawa pulang kaleng minyak yang kau pesan dari percakapan di dapur ketika
pagi,di mana sebelumnya kita saling menukar debar dari gelagat mawar yang
berhamburan. (lalu. bagaimanakah dengan nasib embun dan duri pada tangkai,
mungkinkah?)
gugur bunga gugur berhamburan. gugur cinta ke labuhan
candu
kau. gadis anggun.
buah hasil perselingkuhan embun
dan sekuntum mawar ranun
-di dalam kesunyian dahaga tanah,
masihkah kita perlu bertanya.tentang guratan curiga pada matasedang pakaian
kita tak lagi bersanggamabersama tubuh dan pedih yang menipu*
(akar pun tak pernah merasa berdosa
saat cahaya pagi mencuri raut mega dari butir
gerimis yang tertunda)
2011.
Syukron Yusuf M, Lahir di Tumenggungan, Banyuwangi, 29 April, 22 tahun
yang lalu. Masa
pendidikan SDN-SMP diselesaikan di Banyuwangi, dan sekolah menengah dituntaskan
di Sumenep. Tahun 2013 mengambil kosentrasi Multimedia Broadcasting program D2 di Akademi Komunitas Negeri Sumenep (AKNS) PDD Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan mendirikan UKM Teater
RUPA (Sumenep). Saat ini aktif berteater, menulis di
sela-sela kesibukannya bergiat di dunia film.

0 komentar:
Posting Komentar